Berapa Jumlah Semut di Bumi?

Sedang Trending 5 hari yang lalu 4
ARTICLE AD BOX
Ilustrasi semut. Foto: LibreShot

Jika anda pernah memandang koloni semut, dan bertanya, berapa jumlah keseluruhan semut yang ada di bumi. Peneliti Jerman baru-baru ini mengeluarkan nomor luar biasa terkait jumlah populasi semut di Bumi.

Peneliti dar University of Würzburg, Jerman, melalui penelitian yang terbit di jurnal PNAS mengestimasi ada sekeliling 20.000.000.000.000.000 perseorangan semut yang ada. Dari 20 kuadriliun semut tersebut, 3 kuadriliun di antaranya hidup di bawah tanah atau ground dwelling.

Sekadar pembanding, populasi orang saat ini berjumlah 7,9 miliar individu. Artinya, setiap 1 perseorangan manusia, ada 2,5 juta semut yang hidup dalam waktu yang sama.

Jumlah ini bertanggung jawab atas 12 megaton karbon. Jumlah biomassa ini setara dengan biomassa burung dan mamalia liar dijumlahkan, dan setara dengan 20 persen dari biomassa manusia.

Sedang memuat...

comment0 01 April 2020

"Pengetahuan tentang distribusi dan kelimpahan organisme sangat krusial untuk memahami peran mereka dalam ekosistem dan kepentingan ekologis mereka untuk taksa lain," kata studi tersebut. "Pengetahuan seperti itu saat ini kurang untuk serangga, yang telah lama dianggap sebagai "hal mini yang menjalankan dunia."

Semut di dalam formikarium yang dijual di toko Just Ants di Singapura. Foto: Joseph Campbell/Reuters

Patrick Schultheiss dan kolega menggunakan 489 penelitian lain tentang semut di berbagai benua untuk memperoleh nomor ini. Total ada 15,700 spesies semut yang ada, yang hidup nyaris di seluruh benua kecuali di kutub.

“Semut tentu memainkan peran yang sangat sentral di nyaris setiap ekosistem terestrial,” kata pakar entomologi Patrick Schultheiss dari Universitas Würzburg di Jerman, penulis utama studi ini.

“Mereka sangat krusial untuk siklus nutrisi, proses dekomposisi, penyebaran benih tanaman dan gangguan tanah. Semut juga merupakan golongan serangga yang sangat beragam, dengan spesies yang berbeda memenuhi berbagai fungsi. Tetapi yang terpenting, kelimpahannya yang tinggi membikin mereka menjadi pemeran kunci ekologis,” kata Schultheiss.

Selengkapnya