Kenali Tanda Orang yang Ingin Bunuh Diri dan Cara Mencegahnya

Sedang Trending 5 hari yang lalu 11
ARTICLE AD BOX
Ilustrasi depresi. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Industri hiburan Korea Selatan kembali dikejutkan dengan info kematian Jeong Joong Ji yang merupakan salah satu peserta di ajang Produce 101 season 2. Ia dilaporkan mengakhiri hidupnya di usia 30 tahun.

Joeong Joong Ji bukan satu-satunya artis Korea Selatan yang memilih mengakhiri hidupnya di usia muda. Belum lama kita juga dikejutkan dengan info kematian dari aktris Yoo Joo Eun. Aktris berusia 27 tahun itu diduga tewas bunuh diri pada Senin (29/8). Sang artis juga disebut mengalami depresi jangka panjang, info ini pun diberi tahu oleh sang kakak.

Berdasarkan laporan betterhealth, para peneliti percaya bahwa beberapa orang yang mengakhiri hidup mereka sendiri sebenarnya tak mau mati, tetapi merasa tak ada pilihan lain untuk membebaskan mereka dari rasa sakit. Mereka yang melakukan bunuh diri mungkin merasa kewalahan, mencari pembebasan dari kesusahan mereka.

Orang yang mau bunuh diri terkadang menunjukkan tanda-tanda peringatan sebelumnya. Penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda tersebut, dengan begitu anda dapat menolong orang yang anda sayangi lebih cepat.

Mayo Clinic yang merupakan salah satu rumah sakit terbaik di bumi mengungkapkan ada beberapa langkah untuk kita mengidentifikasi orang yang mau melakukan bunuh diri. Apa saja? Simak selengkapnya.

Ilustrasi Depresi. Foto: Shutter Stock

Mulailah dengan mengajukan pertanyaan

Langkah pertama ialah mencari tahu apakah orang tersebut dalam bahaya bertindak berdasarkan emosi mau bunuh diri. Bersikaplah sensitif, tetapi ajukan pertanyaan langsung, seperti:

Bagaimana anda menghadapi apa yang terjadi dalam hidup?

Pernahkah anda merasa mau menyerah begitu saja?

Apakah anda berpikir tentang kematian?

Apakah anda berpikir untuk menyakiti diri sendiri?

Apakah anda berpikir tentang bunuh diri?

Pernahkah anda berpikir untuk bunuh diri sebelumnya, atau mencoba melukai diri sendiri sebelumnya?

Pernahkah anda memikirkan bagaimana atau bilamana anda akan melakukannya?

Apakah anda mempunyai akses ke senjata atau hal-hal yang dapat digunakan sebagai senjata untuk melukai diri sendiri?

Bertanya tentang pikiran atau perasaan untuk bunuh diri tak akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang merusak diri sendiri. Bahkan, kalau anda menawarkan kesempatan untuk membicarakan emosi dapat mengurangi risiko bertindak berdasarkan emosi mau bunuh diri.

Sedang memuat...

comment0 01 April 2020

Ilustrasi bunuh diri. Foto: Shutterstock

Kamu tak selalu dapat mengetahui bilamana orang yang dicintai atau kawan sedang mempertimbangkan untuk bunuh diri. Tapi di sini ada beberapa tanda umum yang dapat anda ketahui:

Dia Berbicara tentang bunuh diri, misalnya membikin pernyataan seperti "Saya akan bunuh diri", "Saya berharap saya mati" atau "Saya berharap saya tak dilahirkan".

Mendapatkan langkah untuk mengakhiri hidup mereka sendiri, seperti membeli senjata atau menimbun pil.

Menarik diri dari kontak sosial dan mau dibiarkan sendiri.

Memiliki perubahan suasana hati, seperti emosi yang tinggi suatu hari dan sangat putus asa di hari berikutnya.

Disibukkan dengan kematian, kematian atau kekerasan.

Merasa terjebak atau putus asa tentang suatu situasi.

Meningkatkan penggunaan alkohol atau obat-obatan.

Mengubah rutinitas normal, termasuk pola makan atau tidur.

Melakukan hal-hal yang berisiko atau merusak diri sendiri, seperti menggunakan narkoba atau mengemudi dengan sembrono. Memberikan barang-barang atau mengatur urusan ketika tak ada penjelasan logis lain untuk melakukan ini.

Mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang seolah-olah mereka tak akan terlihat lagi.

Mengembangkan perubahan kepribadian atau menjadi sangat cemas atau gelisah, terutama ketika mengalami beberapa tanda peringatan yang tercantum di atas.

Selain itu kalau temanmu butuh bantuan, anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:

Jangan tinggalkan orang itu sendirian.

Hubungi 112 atau nomor darurat lokal anda segera. Atau, kalau anda pikir dapat melakukannya dengan aman, bawalah sendiri orang tersebut ke ruang darurat gawat rumah sakit terdekat.

Cobalah untuk mencari tahu apakah orang tersebut berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan atau mungkin telah overdosis.

Beritahu personil keluarga atau kawan segera apa yang terjadi.

Jika seorang teman atau orang yang dicintai berbicara atau berperilaku sedemikian rupa sehingga membikin anda percaya bahwa orang tersebut mungkin mencoba bunuh diri, jangan mencoba menangani situasi itu sendirian.

Kamu dapat dapatkan donasi dari profesional terlatih secepat mungkin. Orang tersebut mungkin perlu dirawat di rumah sakit tiba krisis bunuh diri berlalu.

Anda dapat mencari donasi kalau mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang mempunyai kecenderungan bunuh diri.

Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental dapat diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Jangan Bunuh Diri via email [email protected] dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.

Laporan Mutiara Oktaviana

Selengkapnya