Manfaat dan Efek Samping Gas Tertawa untuk Kurangi Nyeri Persalinan

Sedang Trending 5 hari yang lalu 8
ARTICLE AD BOX
Ilustrasi pakai gas tertawa saat melahirkan. Foto: Tyler Olson/Shutterstock

Salah satu langkah mengurangi nyeri persalinan yang mungkin tetap asing di Indonesia ialah dengan menggunakan gas tertawa. Mengutip What to Expect, gas tertawa untuk mengurangi nyeri persalinan kerap digunakan di beberapa negara di Amerika dan Eropa. Bahkan, 60 persen bunda di Inggris mengaku menggunakan gas tertawa untuk menghilangkan rasa sakit dan kecemasan saat melahirkan.

Gas tertawa atau yang disebut dengan nitrous oxide merupakan gas tak berwarna dan tak berbau yang biasanya dicampur dengan oksigen untuk bunda yang melahirkan. Ketika dihirup, gas tersebut dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan emosi rileks. Dalam dosis kecil, gas tertawa dianggap sebagai analgesik atau pereda nyeri yang cukup kondusif digunakan oleh bunda yang akan melahirkan.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan langkah ini saat melahirkan nanti, ada faedah dan dampak samping dari penggunaan gas tertawa yang mesti dipahami terlebih dahulu. Simak penjelasannya berikut ini.

Manfaat Gas Tertawa untuk Kurangi Nyeri Persalinan

Ilustrasi pakai gas tertawa saat melahirkan. Foto: plo/Shutterstock

Saat dokter menyiapkan epidural, Anda mungkin akan merasa kurang nyaman dan merasa takut. Penggunaan gas tertawa dapat meminimalkan ketakutan tersebut dan membantu Anda untuk lebih rileks.

Cara ini mungkin cocok bagi Anda yang takut jarum suntik karena tak membutuhkan pemasangan infus.

Membuat Anda mengkonsumsi lebih sedikit obat pereda nyeri. Dokter biasanya akan menawarkan Anda untuk menghirup gas tertawa selama 30 detik sebelum kontraksi untuk mendapatkan faedah yang maksimal.

Membuat Anda lebih rileks dan konsentrasi pada bayi yang baru lahir saat dokter sedang memeriksa perineum dan membikin jahitan.

Efek Samping Gas Tertawa untuk Kurangi Nyeri Persalinan

Ilustrasi pakai gas tertawa saat melahirkan. Foto: Tyler Olson/Shutterstock

Para pakar umumnya setuju bahwa gas tertawa untuk mengurangi nyeri persalinan relatif kondusif untuk digunakan. Meski begitu, dampak samping yang ditimbulkan ialah bunda mungkin akan merasa pusing dan mual saat pertama kali menghirup gas tersebut. Hal tersebut biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit setelah bunda selesai menghirupnya.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan gas tertawa untuk melahirkan tak mempengaruhi kesehatan bayi yang baru lahir. Meski begitu, terbatasnya penelitian tentang penggunaan gas tertawa untuk melahirkan kerap membikin beberaa dokter merasa ragu untuk menggunakannya, hingga akhirnya lebih memilih menggunakan langkah lain yang sudah ada untuk mengurangi nyeri persalinan.

Sementara itu, tak seluruh bunda hamil dapat menggunakan gas tertawa saat melahirkan. Adapun golongan bunda hamil yang tak boleh menggunakannya adalah sebagai berikut.

Ibu hamil yang kekurangan vitamin B12. Gas tertawa dapat menurunkan kadar B12 dalam tubuh. Jika bunda mengalami defisit vitamin B12, hal itu akan membahayakan kondisinya.

Ibu hamil dengan penyakit muskuloskeletal, adalah gangguan yang membikin kemampuan beralih terganggu.

Ibu hamil dengan paru-paru kolaps.

Untuk itu, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter apakah Anda dapat menggunakan gas tertawa atau tak saat melahirkan ya, Moms.

Selengkapnya