Protes Kematian Mahsa Amini, Perempuan Iran Bakar Hijab dan Potong Rambut

Sedang Trending 5 hari yang lalu 14
ARTICLE AD BOX
Massa menyalakan api selama protes atas kematian Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal setelah ditangkap oleh 'polisi moral' republik Islam, di Teheran, Iran, Rabu (21/9/2022. Foto: WANA via REUTERS

Kematian seorang wanita penduduk sipil Iran Mahsan Amini (22) memantik kemarahan dan kecaman masyarakat di berbagai kota negara tersebut. Sekelompok wanita membakar hijab dan memotong rambut mereka untuk melakukan aktivitas protes atas kematian wanita keturunan Iran-Kurdi ini yang ditahan ‘polisi moral atau ‘Guidance Patrol’ karena dianggap melanggar aturan berhijab di negara itu.

“Perempuan Iran menunjukkan kemarahan mereka dengan memotong rambut dan membakar hijab mereka untuk memprotes pembunuhan #Mahsa_Amini oleh ‘polisi hijab’, ” kata jurnalis dan aktivis Iran, Masih Alinejad di akun Twitter pribadinya.

“Dari usia 7 tahun, kalau kami tak menutupi rambut kami, kami tak akan dapat pergi ke sekolah atau mendapatkan pekerjaan. Kami muak dengan rezim apartheid gender ini,” tambahnya.

Massa protes atas kematian Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal setelah ditangkap oleh 'polisi moral' republik Islam, di Teheran, Iran, Rabu (21/9/2022. Foto: WANA via REUTERS

Dikutip dari BBC, demonstrasi besar-besaran ini telah berlangsung selama lima malam berturut-turut. Di Provinsi Gilan, Kota Rasht, aktivitas bentrok demonstran dengan polisi tak terelakkan. Pada Senin (12/9) seorang wanita mengirim foto-foto ke BBC Persia untuk memperlihatkan paras dan tubuhnya yang memar akibat dipukuli oleh polisi dengan tongkat dan selang.

Sedang memuat...

comment0 01 April 2020

“(Polisi) lanjut menembak gas air mata. Mata kami terbakar.” katanya. “Kami lari, (tetapi) mereka menyudutkan saya dan memukuli saya. Mereka memanggil saya pelacur dan mengatakan saya datang ke jalan untuk menjual diri,” sambungnya.

Sementara itu di Kota Isfahan, seorang demonstran mengatakan, “Saat kami melambaikan hijab kami di langit-langit, saya merasa sangat emosional dikelilingi dan dilindungi oleh pria lain. Senang rasanya memandang kebersamaan ini. Saya harap bumi mendukung kami.”

Massa menyalakan api selama protes atas kematian Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal setelah ditangkap oleh 'polisi moral' republik Islam, di Teheran, Iran, Rabu (21/9/2022. Foto: WANA via REUTERS

Al Jazeera melansir, sejumlah mahasiswa di Kota Teheran turun ke jalan pada Senin (19/9) untuk menuntut penyelidikan atas kematian Mahsa Amini dan membongkar tindakan ‘polisi moral’ yang menahannya hingga meninggal.

Dikutip dari kumparanNEWS, ‘polisi moral’ menahan Mahsa Amini pada Selasa (13/9) saat sedang berkunjung ke Kota Teheran bersama keluarganya. Amini ditangkap karena dianggap tak mengenakan hijab sesuai peraturan yang berlaku. Usai beberapa jam menjalani ‘bimbingan’ di kantor polisi setempat, ia dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan koma. Menurut keterangan polisi, Amini menderita stroke dan serangan jantung. Ia dinyatakan meninggal bumi pada Jumat (16/9).

Kematian Mahsa Amini terjadi di tengah kontroversi yang berkembang di Iran atas perilaku ‘polisi moral’. Sedikitnya tujuh orang kini dilaporkan tewas sejak aktivitas protes terhadap undang-undang hijab dan ‘polisi moral’ memuncak setelah kematian Mahsa Amini.

Selengkapnya